Menu

Rabu, 29 Agustus 2012

PROFIL CALON PRESIDEN RI 2014

Sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini Blog Amir Al-Maruzy akan share atau berbagi mengenai artikel yang berjudul Profil Calon Presiden Ri 2014, Pertanrungan untuk memperebutkan kursi RI1 tidak lama lagi akan segera digelar yakni pada tahun 2014, dan mulai saat ini sudah muncul aroma-aroma persaingan untuk memperebutkan kursi panas ini. Indonesia sebenarnya punya banyak stok pemimpin yang berkualitas tentunya, dan diantara puluhan bahkan ratusan calon-calon presiden yang siap bertarung, maka blog ini memilih diantaranya sebanyak 5 besar calon pemimpin bangsa yang berkualitas (pilihan 5 besar versi blog ini tanpa tendensi apa-apa lho, melainkan hanya pertimbangan realitas yang terjadi di lapangan). Kelima besar yag terpilih itu adalah Ical atau Anurizal Bakrie, Prabowo Subianto, Puan Maharani, Anas Urbaningrum dan Hatta Rajasa. an untuk mengenal belau-beliau calon pemimpin RI, maka berikut ini profil mereka yang diambil dari berbagai sumber tentunya.

Profil Calon Presiden RI 2014

Aburizal Bakrie
Aburizal Bakrie lahir di Jakarta, 15 November 1946, Dia adalah anak sulung dari keluarga Achmad Bakrie, pendiri Kelompok Usaha Bakrie, dan akrab dipanggil Ical. Selepas menyelesaikan kuliah di Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung pada 1973, Ical memilih fokus mengembangkan perusahaan keluarga, dan terakhir sebelum menjadi anggota kabinet, dia memimpin Kelompok Usaha Bakrie (1992-2004). Selama berkecimpung di dunia usaha, Ical juga aktif dalam kepengurusan sejumlah organisasi pengusaha. Sebelum memutuskan meninggalkan karier di dunia usaha, dia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) selama dua periode (1994-2004). Pada 2004, Ical memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha, setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dan sejak terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar 2009-2010, waktu dan energinya tercurah untuk mengurus partai. Aburizal Bakrie Sebagai pengusaha Indonesia juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar sejak 9 Oktober 2009. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya berubah dalam perombakan yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005. Ical pernah disebut-sebut sebagai orang terkaya se-Asia Tenggara. Dia pengusaha yang terbilang paling gemilang pada sepuluh tahun reformasi di Indonesia. Selain bisa keluar dari krisis ekonomi yang mengancam perusahaannya, Bakrie Grup, justru bisa menduduki posisi penting di pemerintahan.

Prabowo Subianto

Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam
Pendidikan:SMA: American School In London, U.K. (1969); Akabri Darat Magelang (1970-1974); Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Kursus/Pelatihan: Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974); Kursus Para Komando (1975); Jump Master (1977); Kursus Perwira Penyelidik (1977); Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981); Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Jabatan: Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998); Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998); Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)
Jabatan Sekarang: Ketua Umum HKTI periode 2010-2015; Ketua Umum HKTI periode 2008-2013; Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011; Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan; Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia; Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia.
Pensiun dari dinas militer, Prabowo Subianto beralih menjadi pengusaha. Ia mengabdi pada dua dunia. Nama mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini kembali mencuat, menyusul keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Kemudian dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres V Petani 5 Desember 2004 di Jakarta, dia terpilih menjadi Ketua Umum HKTI periode 2004-2009 menggantikan Siswono Yudo Husodo dengan memperoleh 309 suara, mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan, yang hanya meraih 15 suara dan satu abstein dari total 325 suara.
Putera begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini telah kembali ke ladang pengabdian negerinya. Tak berlebihan untuk mengatakannya demikian. Maklum, kendati sudah hampir tiga tahun pulang ke tanah air – setelah sempat menetap di Amman, Yordania – Prabowo praktis tak pernah muncul di depan publik. Apalagi, ikut nimbrung dalam hiruk-pikuk perpolitikan yang sarat dengan adu-kepentingan segelintir elite. Mantan menantu Soeharto ini lebih memilih diam, sembari menekuni kesibukan baru sebagai pengusaha. ”Kalau bukan karena dorongan teman-teman dan panggilan nurani untuk ikut memulihkan negara dari kondisi keterpurukan, ingin rasanya saya tetap mengabdi di jalur bisnis. Saya ingin jadi petani,” ucap Prabowo. Diakui, keikutsertaannya dalam konvensi Partai Golkar bukan dilatarbelakangi oleh hasrat, apalagi ambisi untuk berkuasa. Seperti sering diucapkan, bahkan sejak masih aktif dalam dinas militer, dirinya telah bersumpah hendak mengisi hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Prabowo sangat mafhum, menjadi capres – apalagi kemudian terpilih sebagai presiden – bukan pilihan enak. Karena, siapa pun nanti yang dipilih rakyat untuk memimpin republik niscaya bakal menghadapi tugas yang maha berat. ”Karenanya, Pemilu 2004 merupakan momentum yang sangat strategis untuk memilih pemimpin bangsa yang tidak saja bertaqwa, tapi juga bermoral, punya leadership kuat dan visi yang jelas untuk memperbaiki bangsa,” tambahnya. Bagi sebagian orang, rasanya aneh menyaksikan sosok Prabowo Subianto tanpa seragam militer. Tampil rapi dengan setelan PDH warna kelabu, lelaki 52 tahun itu memang terlihat lebih rileks jika dibandingkan semasa masih dinas aktif dulu. Senyumnya mengembang dan tak sungkan berbaur dengan masyarakat – utamanya kader-kader Partai Golkar – yang antusias menyambut kedatangannya di beberapa kota. Dalam setiap orasi selama mengikuti tahapan konvensi calon presiden Partai Golkar, Prabowo bahkan amat fasih bertutur tentang kesulitan yang mengimpit para petani dan nelayan, serta beraneka problem riil di masyarakat yang kian mengenaskan. ”Situasi ini harus cepat diakhiri. Kita harus bangkit dari kondisi keterpurukan dan membangun kembali Indonesia yang sejahtera,” ujarnya di atas podium.

Puan Maharani

Nama: Puan Maharani
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, Indonesia, 6 September 1973
Puan Maharani adalah politikus Indonesia yang berasal dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Lulusan dari Sarjana Psikologi lulusan Universitas Indonesia ini merupakan cucu dari Presiden Pertama RI, Soekarno. Putri dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dan Ketua MPR ke-12, Taufiq Kiemas, saat ini menjadi ketua Fraksi PDIP di DPR periode 2009 - 2014 ini meneruskan tradisi politik dalam keluarga Soekarno.
Karier: Karier Politik Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai B.K.S.A.P. Karier Kerja Anggota DPR (2009); Karier Kerja Anggota DPP PDIP bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga (2010).

Anas Urbaningrum
Anas Urbaningrum (akrab disapa Bung Anas), lahir di Blitar 15 Juli 1969. Setelah selesai mengikuti studi Sarjana Ilmu Politik Universitas Airlangga, 1992, Bung Anas melanjutkan studi Magister Sains Ilmu Politik UI, 2000. Saat ini, Bung Anas sedang mengikuti Program Doktor Ilmu Politik di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Pekerjaan dan Pengalaman: Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2010-2015; Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Periode 2009-2014; Pimpinan Kolektif Nasional KAHMI, 2009; Ketua Yayasan Wakaf Paramadina, 2006-sekarang; Ketua DPP Partai Demokrat, 2005-sekarang; Anggota KPU Periode 2001-2005; Anggota Tim Seleksi Parpol Peserta pemilu 1999 (tim 11), 1999; Anggota Tim Revisi UU Politik (tim 7), 1998; Ketua Umum PB HMI Periode 1997-1999.
Keluarga: Athiyyah Laila (istri), Akmal Naseery (anak), Aqeela Nawal Fathina (anak), Aqeel Najih Enayat (anak), Aisara Najma Waleefa (anak)
Buku dan Karya Ilmiah: Revolusi Sunyi, 2010; Bukan Sekadar Presiden, 2009
Takdir Demokrasi, 2009; Menjemput Pemilu 2009, Jakarta : Yayasan Politika, 2008
Melamar Demokrasi, Jakarta : Republika, 2004; Islamo-demokrasi : Pemikiran Nurcholish Madjid, Jakarta : Republika, 2004; Pemilu Orang Biasa, Jakarta : Republika, 2004; Ranjau-Ranjau Reformasi : Potret Konflik Politik Pasca Jatuhnya Soeharto, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1999; Jangan Mati Reformasi, Jakarta : Yayasan Cita Mandiri Indonesia, 1999; Menuju Masyarakat Madani : Pilar dan Agenda Pembaruan, Jakarta : Yarsif Watampone, 1997.
Penghargaan : Bintang Jasa Utama dari Presiden RI, tahun 1999.

Hatta Rajasa

Nama: Ir. M. Hatta Rajasa
Lahir: Palembang, 18 Desember 1953
Agama: Islam
Isteri : Drg. Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa,
Anak: Reza, Aliya, Azimah dan Rasyid
Pendidikan: Insinyur Perminyakan Institut Tehknologi Bandung (ITB)
Pengalaman Pekerjaan: 2004-2009 Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu; 2001-2004: Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong; 2000-2005 Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (DPP-PAN) ; 1999- 2000 Ketua Fraksi Partai Reformasi DPR; 1982- 2000 Presiden Direktur Arthindo; 1980 -1983 Wakil Manager teknis PT. Meta Epsi Perusahaan pengeboran minyak; 1977 -1978 Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar